Call Us Today! +6222-7796329|atjatinangor@gmail.com

Ternyata Ada Lahan IPDN yang Belum Dibebaskan, Tol Cisumdawu Rampung 2019 – atJatinangor.com

You are here:///Ternyata Ada Lahan IPDN yang Belum Dibebaskan, Tol Cisumdawu Rampung 2019 – atJatinangor.com

Ternyata Ada Lahan IPDN yang Belum Dibebaskan, Tol Cisumdawu Rampung 2019 – atJatinangor.com



Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zainal M

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan berupaya melakukan akselerasi pembangunan Tol Cisumdawu terutama dalam mempercepat pembebasan lahan. Tol Cisumdawu tersebut ditargetkan rampung pada Februari 2019 mendatang.

Sekda Jabar, Iwa Karniwa mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pembebasan lahan seluas 60,63 hektare milik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Lahan yang terkena proyek tol tersebut nantinya akan diganti dengan lahan lagi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Jadi antara Kemendagri (IPDN) dan Kemen PU akan saling hibah lahan. Kita (Pemprov) hanya fasilitator untuk membantu mempercepat,” kata Iwa saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (13/2/2017).

Lahan seluas 60,63 hektare milik IPDN itu berada di 4 desa yang berbeda. Di antaranya di Desa Cibeusi seluas 28,82 hektar, Desa Sindangsari 12, 47 hektar, Desa Cileles 9,07 hektar, dan Desa Cilayung 9,27 hektar. Saat ini Pemprov Jabar bersama satuan kerja (Satker) proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu akan melakukan koordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri terkait pembebasan lahan tersebut.

“Targetnya (akhir) Februari ini selesai,” ujarnya.

Selain lahan milik IPDN, Iwa menyebut pihaknya saat ini tengah menunggu usulan pembebasan tanah kas desa dari Pemkab Sumedang. Setidaknya, ada tiga tanah kas desa yang rencananya akan dibebaskan karena terkena dampak pembangunan jalan tol Cisumdawu Seksi I yakni dari Cileunyi hingga Tanjungsari yaitu Desa Cilayung seluas 320 meter persegi, Desa Mekarsari seluas 5.536 meter persegi, dan Desa Margaluyu seluas 176 meter persegi.

“Lahan desa tersebut nantinya akan diganti oleh pemerintah pusat di lokasi lain, sesuai dengan luas lahan dan harga tanah yang dibebaskan dari Pemkab Sumedang. Kalau kedua lahan ini (lahan IPDN dan lahan desa) selesai, pembangunan bisa dilanjutkan,” tutur Iwa.

Sementara untuk pembangunan seksi II fase I sepanjang 6,3 kilometer sudah berjalan 83,31%. Sementara seksi II fase II sepanjang 10,1 kilometer hingga Januari lalu progresnya baru mencapai 2,35%.

Untuk diketahui, pembangunan Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi pekerjaan. Seksi I sepanjang 12,025 kilometer dan seksi II sepanjang 17,05 kilometer didanai melalui APBN dan pinjaman dari pemerintah Tiongkok. Kedua seksi ini ditargetkan selesai dan bisa beroperasi Oktober 2019 mendatang.

Untuk biaya kontruksi seksi II fase I sepanjang 6,35 kilometer anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp1,360 triliun. Seksi II fase II sepanjang 10,1 kilometer ditambah biaya pembangunan terowongan mencapai Rp3,4 triliun.

“Seksi I dan II direncanakan selesai 2019. Diharapkan kontruksi 36 bulan, Oktober 2019 sudah beroperasi, seksi tiga hingga enam direncanakan lebih cepat, yakni Februari selesai dan April 2019 bisa beroperasi,” kata Iwa.

Sementara untuk pembangunan kontruksi seksi III – seksi VI sepanjang 32,8 kilometer ditargetkan selesai lebih cepat yakni April 2019. Hal ini dikarenakan paket pekerjaan seksi-seksi tersebut dilaksanakan oleh badan usaha jalan tol (BUJT), sehingga penyelesaiannya diharapkan bisa lebih cepat.

“Bila proyek tol sepanjang 61,1 kilometer ini selesai, insya Allah ini akan meningkatkan perekonomian di wilayah Jabar bagian timur seperti Sumedang, Majalengka, Kuningan hingga ke Cirebon. Apalagi tol ini akan terkoneksi dengan Tol Cipali dan proyek-proyek strategis seperti Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban,” kata Sekda Jabar.

Tak hanya itu, keberadaan Tol Cisumdawu ini juga akan menjadi solusi kemacetan di wilayah Cileunyi-Jatinangor hingga ke Tanjungsari yang selama ini hampir setiap hari terjadi kemacetan parah di jalur tersebut. Kendaraan-kendaraan besar pun tak laghi harus melintas kawasan Cadas Pangeran yang kondisi jalannya curam dan membahayakan. (zam)



Source link

By | 2017-02-13T19:41:59+00:00 February 13th, 2017|Berita, Berita Jatinangor|0 Comments

Leave A Comment