Call Us Today! +6222-7796329|atjatinangor@gmail.com

Tak Ada Zebra Cross, Orangtua Waswas Seberangkan Anak di Jalur Cepat – atJatinangor.com

You are here:///Tak Ada Zebra Cross, Orangtua Waswas Seberangkan Anak di Jalur Cepat – atJatinangor.com

Tak Ada Zebra Cross, Orangtua Waswas Seberangkan Anak di Jalur Cepat – atJatinangor.com



RANCAEKEK, TRIBUNJABAR.CO.ID – Keberadaan kompleks pendidikan di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung yang tepat dipinggir Jalan Raya Garut-Bandung membuat sejumlah orang tua siswa khawatir akan keselamatan anak-anaknya.

Pasalnya, hingga saat ini di depan kompleks pendidikan tersebut, tepatnya di SDN 1 dan 3 Bojongloa belum ada zebracross atau pun jembatan penyeberangan orang (JPO). Padahal, hampir setiap hari murid TK mau pun SD yang berasal dari wilayah Sumedang menyeberang untuk bersekolah.

Deden (37) warga Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang mengatakan, pihaknya mengaku harus mendampingi anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD Bojongloa 3 setiap akan pergi dan pulang sekolah.

“Saya khawatir aja kenapa-napa kalau nyebrang sendiri. Orang jalannya ramai, soalnya jalan nasional. Kendaraan ngebut-ngebut. Jadi tetap saya antar,” kata dia kepada Tribun saat menjemput anaknya pulang sekolah, Rabu (8/2/2017).

Deden mengatakan, pihaknya juga setiap hari harus berkeliling menggunakan sepeda motor melalui bundaran Permata Hijau untuk mengantarkan anaknya itu. Ia juga mengaku tidak berani menyeberang saat menggandeng anaknya.

“Kalau sendiri saya berani. Tapi kalau sama anak mendingan muter agak jauh ke Permata Hijau dari pada bahayain anak sendiri. Padahal dari rumah ke sekolah mah cuma 50 meteran kalau nyeberang,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Asep Zikrullah (41), orang tua murid lainnya. Asep juga terpaksa harus mengantarkan anaknya pergi ke sekolah di SD 3 Bojongloa dengan cara yang sama seperti Deden’

Asep mengatakan, pihaknya mengaku khawatir jika anaknya menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat menyeberang jalan untuk pergi ke sekolah. Pasalnya, beberapa kali banyak murid SD 1 dan 3 Bojongloa yang menjadi korban kecelakaan saat pergi atau pulanh sekolah.

“Takut saja makanya diantar. Soalnya banyak yang keserempet kendaraan. Kayak kemarin-kemarin juga ada yang keserempet mobil pas mau ke sekolah,” kata dia.(raw)



Source link

By | 2017-02-08T14:02:23+00:00 February 8th, 2017|Berita, Berita Jatinangor|0 Comments

Leave A Comment