Call Us Today! +6222-7796329|atjatinangor@gmail.com

Bupati Boven Digoel Benediktus Tambunop Pertajam Ekonomi Kerakyatan – atJatinangor.com

You are here:///Bupati Boven Digoel Benediktus Tambunop Pertajam Ekonomi Kerakyatan – atJatinangor.com

Bupati Boven Digoel Benediktus Tambunop Pertajam Ekonomi Kerakyatan – atJatinangor.com


image

SUMEDANG – Benediktus Tambunop, S.STP, salah satu lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 1999 yang sekarang menjabat Bupati Boven Digoel, Provinsi Papua.

Kiprahnya menjadi pimpinan daerah, didasari cita-citanya untuk mensejahterakan masyarakat yang juga bertekad menggeliatkan berbagai potensi di tanah kelahirannya.

Bahkan, dirinya pun berani melepaskan jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memilih bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tujuannya untuk mengabdikan diri terhadap warganya.

Sebelumnya,  Ia menduduki posisi strategis sebagai Asisten Daerah (Asda) Pemkab Boven Digoel.

“Alasan berkeinginan menjadi bupati, karena saya menilai sekira 10 tahun disini (Boven Digoel) sudah kehilangan fungsi manajerial. Sebagai orang pemerintahan, saya menilai jika kondisi itu tak segera dirubah, maka sangat kasihan masyarakat disana,” katanya kepada wartawan di Kampus IPDN Jatinangor, Senin (8/8/2016).

Padahal, kata dia, jika melihat jabatan pada saat menjadi PNS, waktunya pun masih cukup lama atau sekira 20 tahun lagi.

“Saya berpikir, jika mau mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mau menjadi seorang bupai, maka harus keluar dulu dari PNS.  Tak usah ragu, saya maju dengan niat yg kuat, utamakan pikiran dan hati nurani yang menyatu dalam niat memajukan kampung halaman,” tuturnya.

Alumni IPDN yang juga dikenal seorang atlit sepakbola kebanggaan warga IPDN itu mengatakan bahwa upaya memuluskan tekadnya pun semakin terbuka setelah pada 12 April 2016 lalu,  dirinya dilantik menjadi Bupati Bovendigoel masa baki 2016 – 2021.

Selanjutnya, Ia menargetkan wilayahnya kedepan menjadi lebih maju dan berkembang. 

Diantaranya, kata dia, melalui upaya peningkatan ekonomi kerakyatan yang juga terus berusaha mempertajam pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Jumlah penduduk Kabupaten Bovendigoel, tercatat

78 ribu jiwa dengan luas wilayah sekira 38.108 KM2,” katanya.

Dikatakan, sesuai pengamatan dan pengalamannya dalam bekerja menjadi PNS, bahwa orang Papua khususnya ditemditempatnya bertugas, mendesak untuk segera memiliki pasar yang secara khusus menjadi tempat jual dan beli hasil bumi yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Alasan itu, kata dia, agar petani karet, sawit, cengkih, kopi dan sebagainya disana, tak kesulitan lagi dalam memasarkan hasil bertanamnya.

“Saya berkeyakinan, jika harapan mereka memiliki pasar maka hasil bumi akan optimal dengan ditunjang BUMD, nantinya petani tak akan susah makan dan minum,” tuturnya.

Fakta pada saat ini, ujar dia, mereka kesulitan uang untuk biaya sekolah, kesehatan dan butuh sumber pendapatan langsung secara rutin.

Untuk itulah, dirinya berani  keluar dari jabatan eselon 2 di PNS kendati potensi posisi sekda pun sudah di depan mata.

Dikatakan, pemimpin yang baik itu tak bagi-bagi, akan tetapi bagi-bagi peluang untuk mendapatkan uang.

“Tak kenal menyerah dengan slogan mati baru habis, artinya saya akan terus berjuang demi cita-citanya sebelum mati,” tuturnya.

Makanya, didasari keprihatinan melihat petani disana yang dikatakan sekedar menjadi penonton kesuksesan pengusaha dan tengkulakk, dirinya berpikir keras terkait bagaimana caranya pendapatan petani menjadi meningkat.

“Target setelah terbentuk BUMD, nantinya lembaga itu akan membeli hasil bumi dari masyarakat atau tak lagi melalui pengusaha dan tengkulak dengan harapan perekonomian mereka meningkat,” katanya.

Dikatakan, BUMD pun nantinya akan menampung hasil pertanian dan perkebunan dan dibeli dan dijual dengan harga yang pantas.

Jika itu terwujud, kata dia, maka petani tak lagi sebagai penonton atau pemetik buah saja, namun ikut serta menikmati hasil jual beli hasil bumi itu.

“Pimpinan daerah, harus memiliki kemampuan dalam mengatur  semua urusan agar dari tahun ke tahun, mereka (petani) tak merugi,” ucapnya.

Lulusan IPDN yang pernah menjabat distrik (camat), kepala bagian (Kabag) Tapem dan Asda itu, menargetkan bahwa infrastruktur disana kedepan menjadi lebih baik dan memiliki warga yang kuat dalam pendidikan serta kesehatannya.

Bahkan, Ia menargetkan kedepannya disana memiliki Puskesmas yang menyebar hingga ke sebanyak 20 distrik dan 112 Kampung.

Diharapkan, pemerintah pusat terus menopang bantuan dalam mewujudkan percepatan pembangunan di Kabupaten Bovendigoel. 

Sementara, menurut pengakuan sejumlah kawan dan seniornya Bupati Benediktus Tambunop, S.STP itu, seperti dintaranya Deni dan Ervin Fahlevi, bahwa Bene Diktus Tambon dikenal alumni yang cerda dan mudah bergaul.

Bahkan, dirinya dikenal sebagai atlit sepakbola kebanggaan IPDN yang juga pernah bergabung dengan tim kebanggaan Sumedang, yakni Perses.

“Dulu, Benediktus Tambunop acap kali muncul di Koran Pikiran Rakyat, karena kepiawaiannya dalam sepakbola khususnya pertandingan antar mahasiswa,” kata Ervin.

(Azis / Kabar Priangan/ Grup Pikiran Rakyat)

Tue, 9 Aug 2016 @09:39



Source link

By | 2016-08-09T09:39:03+00:00 August 9th, 2016|Berita, Berita Jatinangor|0 Comments

Leave A Comment